Kamis, 25 September 2014

Sejarah Lele Sangkuriang

Sudah cukup lama budidaya lele di ramaikan dengan variant “Lele Sangkuriang”, kalau mendengar namanya sekilas kita teringat tentang cerita rakyat “Sangkuriang”. Memang pada praktik nya ada kemiripan antara “Lele Sangkuriang” dengan “Sangkuriang” dalam cerita rakyat tersebut.

Sangkuriang

Dalam cerita Rakyat Jawa Barat tentang sasakala Tangkuban Perahu, dikisahkan bahwa Dayang Sumbi (ibunya) ingin dinikahi Sangkuriang  

Sedangkan untuk Lele Sangkuriang merupakan hasil perkawinan crossback (silang balik) yg dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Tujuan dari perkawinan crossback bukan tanpa maksud, ini dilakukan karena Ikan Lele Dumbo yg di introduksi tahun 1985 dari Afrika Selatan telah banyak mengalami penurunan kualitas akibat perkawinan sekerabat "inbreeding", itulah mengapa kita (manusia) tidak boleh menikah dengan saudara sekandung (inbreeding).


Seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum: matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Akhirnya BBPBAT Sukabumi melakukan "pemurnian" dengan mengawinkan Lele Dumbo betina F2 (generasi ke2) yg dulu diintroduksi dari Afsel dengan pejantan F6 (generasi ke 6) yg masih keturunannya. Secara resmi Lele Jenis ini telah direlease oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, dengan Nomor Kepmen KP 26/Men/2004 tanggal 21 juli 2004 sebagai jenis unggulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar